Animasi
Tradisional adalah tekhnik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini.
Animasi tradisional juga dikenali sebagai animasi cel atau animasi yang
dihasilkan dengan tangan.Animasi tradisional merupakan proses yang
digunakan untuk film-film animasi yang paling lama iaitu pada abad
ke-20.Bingkai individu film animasi tradisional adalah gambar-gambar lukisan,
yang mula-mula dilukis di atas kertas. Untuk mencipta ilusi pergerakan, setiap
lukisan berbeda sedikit daripada yang sebelumnya. Lukisan yang animator dikesan
atau salinan ke helaian telus yang dipanggil cels, yang dipenuhi dengan
cat dengan warna-warna yang diberikan atau nada di sebelah yang bertentangan
dengan lukisan garisan. Cels ciri-ciri yang lengkap gambar satu demi satu ke
film film terhadap latar belakang dicat oleh kamera.
Proses
animasi cel tradisional menjadi usang pada awal abad ke-21. Hari ini, lukisan
animasi dan latar belakang sama ada diimbas ke dalam atau dikeluarkan terus ke
dalam sistem komputer. Pembagai program perisian yang digunakan untuk warna
lukisan dan simulasi pergerakan kamera dan kesan. Sekeping akhir animasi
keluaran kepada salah satu daripada beberapa media penyampaian, termasuk film
mm tradisional 35 dan media seperti video digital yang baru. “Melihat” animasi
cel tradisional masih dikekalkan, dan kerja-kerja animator watak ‘kekal pada
dasarnya sama sejak 70 tahun yang lalu. Setengah pengeluar animasi telah
menggunakan istilah “tradigital” untuk menggambarkan animasi cel yang
menggunakan teknologi komputer yang banyak.
Cell Animation
Cell
(Celluloid) adalah lembaran transparan pada objek yang digambar atau dicat
untuk animasi tradisional, hand-drawn animation. Kata "cell" yang
berasal dari kata celluloid merupakan material yang digunakan untuk membuat
film gambar bergerak.
Celluloid yang sebenarnya
terdiri dari selulosa nitrat dan kapur barus yang digunakan pertama kali pada
pertengahan abad ke 20, tapi karena mudah terbakar dan dimensi yang tidak
stabil lalu digantikan oleh selulosa asetat. Cell Animation biasanya merupakan
lebaran - lembaran yang membentuk sebuah frame animasi. Lembaran - lembaran ini
memungkinkan animator untuk memisahkan dan menggambar kembali bagian - bagian
gambar yang berubah antara frame yang berurutan. Disebut cell animation karena
teknik pembuatannya dilakukan pada celluloid transparent.
Animasi cel
diciptakan oleh Earl Hurd dan John Bray pada tahun 1914. Cell animation dibuat
untuk mempermudah pembuatan animasi, karena sebelum cell animation ada, setiap
pembuatan film animasi harus melewati pembuatan bingkai, background, dan
karakter yang harus dibuat secara berulang-ulang. Contohnya seperti Dinosaurs
Gertie yang dibuat oleh McCay dan menghabiskan selama 3 tahun untuk durasi
waktu 6 menit. Setelah satu tahun,proses pembuatan animasi menggunakan cell
animation mulai digunakan di industri pembuatan animasi, contohnya adalah Walt
Disney yang membuat film Snow White And Seven Dwarfs yang merupakan film
panjang pertama yang menggunakan cell animation.
Pada umumnya, karakter yang
di gambar pada cell lalu diletakkan di atas background yang statis/diam. Hal
ini dapat mengurangi jumlah gambar yang harus digambar ulang dan dapat membagi
pekerjaan disetiap produksinya. Teknik ini juga dapat mengurangi jumlah biaya
produksi.
Dulunya mereka menggambar garis sketsa di sisi
depan cel sedangkan mewarnainya di sisi blakang cel, namun sejak tahun 1960an
proses ini diganti dengan teknik xerografi atau teknik fotocopy. Ini merupakan
teknik penting lain yang dikembangkan oleh Caster Carlson di Animation Photo
Transfer Process, Pertama kali ditunjukan di The Black Cauldron pada tahun
1985.
Tidak setiap detail dari
film animasi cel baru ditarik ke setiap frame. Jika ini begitu, film animasi
sel akan mengambil lebih lama untuk menghasilkan. Itu umum bagi animator untuk
membuat piring latar belakang. Sebuah piring latar belakang latar belakang
digambar tangan yang digunakan kembali untuk beberapa adegan. Animator sering
meggunakan kembali gambar, khususnya gambar karakter berjalan, karena akan sangat
tidak efisien untuk sesuatu yang digambar berulang-ulang.
Layer merupakan kumpulan
atau lapisan yang berfungsi sebagai penempatan suatu objek, atau bisa juga di
sebut sebagai kanvas untuk sebuah objek. Layer sangat membantu untuk pengeditan
objek tertentu, dengan adanya layer akan lebih mudah mengedit suatu objek tanpa
menggangu objek lainya, hal ini jika membuat objek lebih dari satu dapat
mengatur komposisi layers dengan cara mengubah atribut dan urutan layers.
Sebagai tambahan, corak khusus seperti adjustment layers, fill layers, dan
layers style dapat diterapkan untuk memberikan efek khusus pada layer. Layer
berguna sebagai tempat untuk meletakkan sebuah objek. Di dalam layer, animator
tidak hanya meletakkan satu objek, namun dapat meletakkan banyak objek secara
bersamaan. Apabila animator membuat dua objek dan masing-masing dalam 2 layer
dan 2 objek tersebut bersentuhan, maka akan tampak gambar tersebut saling
bertumpukan.
Scooby Doo dan Tom &
Jerry merukapan salah satu dari beberapa kartun yang menggunakan cell animation
pada pengerjaannya dan background plate sebagai alat bantu produksinya.
Sekarang Cell animation digunakan sebagian dalam periklanan, web desain, game
dan kartun itu sendiri.
Contoh
film cell animation amtara lain : Pinocchio, Animal Farm, Akira. Sedangkan film
animasi tradisional yang dihasilkan dengan bantuan teknologi komputer antara
lain : The Lion King, Beauty and The Beast, Snow White & Seven Dwarf,
Cinderella, Aladdin, Bambi, The Flinstone, Tom & Jerry, Sen to Chihiro no
Kamikakushi/Spirited Away, Les Triplettes de Belleville. Beberapa film kartun
produksi Disney (Snow white and seven dwarf, cinderella, bambi, beauty and
the beast, aladin, the lion king, dan lainnya), produksi Hanna Barbera (The
flinstone, tom and jerry, dan lainnya) menggunakan jenis animasi ini.
v perbandingan cell animation dulu
dengan sekarang
Animasi, atau lebih akrab
disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan
gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya,
film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian
di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan
komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan
cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi
daripada film animasi 2 dimensi.
Proses pembuatan animasi
ada dua proses pembuatan film animasi, diantaranya adalah secara konvensional
dan digital. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup
mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal
perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional.
Ø Tehnik konvensional
Teknik Celluloid
(kadang-kadang disebut cell saja) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan
film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar
tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus
pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement. Setelah
selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus,
yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam. Objek utama
yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang
statis. Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan
(foreground) dibuat hanya sekali saja. Cara ini dapat menyiasati pembuatan
gambar yang terlalu banyak.
Perkembangan animasi
semenjak munculnya perkembangan pertelevisian. Pada awalnya
diciptakan animasi berbasis dua dimensi (2D Animation). Realisasi nyata dari
perkembangan animasi dua dimensi yang cukup revolusioner berupa dibuatnya
film-film kartun.
Pembuatan
animasi film kartun tersebut pada awalnya dikerjakan dengan membuat sketsa
gambar yang digerakkan satu demi satu, jadi kesimpulannya animasi merupakan
suatu gambar objek yang dapat bergerak. Pendesain animasi di computer yang
lebih umum disebut dengan animator, hanya perlu menganimasikan objek antar keyframe
tidak perlu lagi membuat animasi frame demi frame seperti dalam pebuatan
animasi gambar demi gambar dalam pembuatan kartun film konvensional. sedangkan
frame – frame antar keyframe tersebut akan diterjemahkan sendiri oleh computer
menjadi sebuah gerakan seperti yang diinginkan animator. Perkembangan
dunia animasi computer sekarang sudah sangat pesat, apalagi sejak diciptakannya
animasi berbasis tiga dimensi ( 3D Animation) yang mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tinggi (
Z-axis) maka objek dan pergerakkannya hampir mendekati kenyataan aslinya. Hanya saja
objek tersebut dibuat dunia maya (Virtual reality). Perkembangan ini juga
dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak yang mendukung seperti misalnya
Macromedia flash, GIF
animation dan corel Rave sebagai software – software pendukung animasi dua
dimensi sedangkan 3D MAX Studio, Alias Wave Front AMA, Light Wave, dan cinema
4D, sebagai software –software inti popular pendukung animasi 3 dimensi.
Ø Tehnik digital
Setelah perkembangan
teknologi komputer di era 80-an, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi
lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses
pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan
model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu
personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat
dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional,
setiap detail kesalahan kadang-kadang harus diulang kembali dari awal.
v perkembangan cell animation dan
perkembangan teknologi untuk mendukung cell animation
Saat ini pembuatan cell
animation sudah tidak menggunakan cara dan bahan yang manual dan sederhana.
Sudah banyak program-program yang dibuat untuk mendukung pembuatan animasi
dengan teknik cell animasi ini, contohnya adalah Adobe Flash. Saat ini telah tersedia berbagai macam
aplikasi untuk membuat cell animation, seperti adobe flash, macromedia flash,
dll. Dengan adanya perkembangan tekhnologi yang ada saat ini, membuat pembuatan
animasi cell lebih mudah dan biaya yang dikeluarkan juga cenderung lebih
sedikit. Hal ini dikarenakan materi yang diperlukan dalam pembuatan juga lebih
sedikit. Dulu, pembuatan
cel animasi saat masih menggunakan barang yang sederhana, memerlukan waktu, tenaga dan
bahan yang lebih banyak dibandingkan dengan saat ini dengan menggunakan animasi
komputer, karena dengan menggunakan animasi komputer waktu pembuataan juga
lebih singkat dan tenaga yang diperlukan juga lebih sedikit karena tidak
memerlukan tahap pembuatan manual dan pewarnaanya sendiri.
Contoh
Animasi tradisional:
- Pinocchio(Amerika
Serikat, 1996)
- Animal
Farm(Inggris,1954)
- Akira(jepang,1988)
Film-film
animasi tradisional yang dihasilkan dengan bantuan teknologi komputer termasuk
didalamnya animasi The Lion King (US, 1994),Sen to Chihiro no Kamikakushi
(Spirited Away) (Jepun, 2001),dan Les Triplettes de Belleville (2003).
Disebut
dengan animasi tradisional karena animasi ini memiliki teknik yang digunakan
saat pertama kali film animasi itu bermunculan. Untuk menciptakan ilusi
gerakan, setiap gambar harus sedikit berbeda dari yang sebelumnya. Caranya
dengan menjiplak gambar yang dibuat animator di kertas transparan yang disebut
cels. Kemudian gambarnya diisi dengan cat dalam warna yang berbeda dan juga warna
shading yang beda. Nanti gambar karakter yang sudah di gambar di cel, di foto
satu per satu dalam filem yang latar belakangnya sudah di cat.
Jenis- jenis Animasi Tradisional
1.
Zoetrope (1834)
Zoetrope adalah
perangkat yang menciptakan citra gambar bergerak. Zoetrope dasar diciptakan di
China sekitar 180 Masehi oleh penemu Ting Huan produktif. Terbuat dari kertas
tembus atau panel mika yang tergantung perangkat di atas lampu. Gambar dilukis
di panel dan akan muncul lalu akan bergerak jika perangkat berputar pada kecepatan
yang tepat.
Para zoetrope modern
diproduksi pada tahun 1834 oleh William George Horner. Perangkat dasarnya
adalah sebuah silinder dengan celah vertikal di sekitar sisi. Sekitar tepi
bagian dalam dari silinder ada serangkaian gambar di sisi berlawanan dengan
celah. Sebagai silinder diputar, pengguna kemudian terlihat melalui celah untuk
melihat ilusi gerak. Zoetrope ini masih digunakan dalam program animasi untuk
menggambarkan konsep awal animasi.
2.
Thaumatrope (1824)
Thaumatrope Sebuah mainan
sederhana yang digunakan di era Victoria. Thaumatrope adalah disk lingkaran
kecil atau kartu dengan dua gambar yang berbeda di setiap sisi yang melekat
pada seutas tali atau sepasang string berjalan melalui pusat. Ketika string adalah
memutar-mutar cepat antara jari, dua gambar muncul untuk bergabung menjadi satu
gambar. Thaumatrope ini menunjukkan fenomena Phi, kemampuan otak untuk terus
merasakan gambar.
3.
Praxinoscope (1877)
Para praxinoscope,
ditemukan oleh ilmuwan Perancis Charles – Émile Reynaud, merupakan versi lebih
canggih dari zoetrope. Ini digunakan mekanisme dasar yang sama strip gambar
ditempatkan pada bagian dalam silinder berputar, tapi bukannya melihat melalui
celah, itu dilihat dalam serangkaian kecil, cermin stasioner di sekitar bagian
dalam silinder, sehingga animasi akan tinggal di tempat, dan memberikan gambar
lebih jelas dan kualitas yang lebih baik. Reynaud juga mengembangkan versi yang
lebih besar dari praxinoscope yang dapat diproyeksikan ke sebuah layar, yang
disebut Optique Théâtre.
dibuat oleh :
Ari Purnomo (702012069)
Martin Lucky (702012059)
Arlina Indah M. (702012003)
Andhika Rahmawati (702012111)
Sumber referensi :
http://Live-for-animation.blogspot.com
http://dasaranimasib.blogspot.com/2013/03/stop-motion.html






